PUPR Ungkap Kriteria Infrastruktur Air yang Bisa Didanai IWF

PUPR Ungkap Kriteria Infrastruktur Air yang Bisa Didanai IWF

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna memberi keterangan pers  di acara Road to 10th World Water Forum di menara Danareksa, Jakarta, Senin, (5/2/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra mengungkapkan kehadiran Indonesia Water Fund dapat mendukung pendanaan penyediaan akses air bersih. Tantangannya saat ini adalah menyiapkan proyek yang siap dan layak dibiayai.

“Paling tidak platformnya sudah dibentuk, dananya tersedia. Tantangannya hari ini bagaimana proyeknya ready yang nanti bisa dibiayai IWF tadi,” kata dia dalam Workshop Sustainable Water Finance, Senin (5/2/2024).

Ada beberapa kas138 kriteria yang harus dipenuhi, agar bisa didanai oleh IWF yakni kelayakan dan melibatkan badan usaha.

“Proyeknya harus layak, tentu yang namanya fund itu harus kembali lagi uangnya. Sehingga memang harus diekelola dengan melibatkan badan usaha,” ujarnya.

Herry menambahkan tahun ini ada KPBU (Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha) terkait air tengah disiapkan, baik irigasi hingga bendungan. Dia mengatakan tahun ini diharapkan bisa dilakukan transaksi, baik yang solicited maupun unsolicited.

“Mestinya segera bisa kita masukan ke transaksi itu ada Irigasi Komering Utara, dengan skema availability payment, kemudian Irigasi HLD WS di Lombok kemudian kalau bendungan ada Merangin dan satu lagi bendungan Bodri,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*